www.akukanker.com

Ablasio Retina - Jenis, Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Dalam dunia kedokteran istilah Ablasio retina merupakan terpisahnya lapisan sensori retina dari lapisan epitel. Ablasi retina bisa terjadi secara sepontan maupun secara sekunder. Kondisi ini dapat terjadi pada semua usia, tetapi yang paling umum terjadi pada orang di atas usia 40 tahun.

Retina adalah jaringan tipis dan transparan yang peka terhadap cahaya, yang terdiri dari sel-sel dan serabut saraf. Retina melapisi dinding mata bagian dalam, berfungsi seperti film pada kamera foto, cahaya yang melalui lensa akan difokuskan ke retina. Sel-sel retina yang peka terhadap cahaya inilah yang menangkap “gambar” dan menyalurkannya ke otak melalui saraf optik.

iklan

Kondisi ini lebih umum terjadi pada pria dibandingkan pada wanita. Sedangkan tipe penyakit yang paling umum terjadi adalah tipe tipe yang berjenis regmatogenosa. Sedangkan tipe lainnya adalah yang berjenis traksional dan yang berjenis eksudatif. Kondisi ini biasanya terjadi pada mata yang memiliki faktor resiko untuk terjadinya kondisi ini. Trauma hanyalah merupakan faktor pencetus untuk terjadinya ablasi retina pada mata yang berpotensi.

Penyakit ini lebih besar kemungkinan terjadi pada orang yang menderita rabun jauh dan dapat pada orang yang anggota keluarganya ada yang mengalami penyakit ini.

Jenis, Penyebab, Gejala Mata Ablasio Retina dan Pengobatannya

ablasio retina

1. Ablasio retina traksi
Penyakit ini terjadi karena pada retina terdapat jaringan parut atau fibrosa yang menempel, sehingga akibat dari kontraksi jaringan parut tersebut menyebabkan retina terlepas dan terjadilah penyakit ini.

2. Ablasio retina eksudatif
Penyakit ini muncul ketika retina sobek sehingga cairan dapat masuk diantara membran sensoris dan epitel pigmen pada retina. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya penimbunan cairan dan kerusakan pada epitel pigmen retina. Sel epitel pigmen pada retina memiliki fungsi sebagai outer barrier dalam keadaan normal. Timbun cairan ini dapat menyebabkan peradangan akibat meningkatkannya permeabilitas dinding pembuluh darah.

Apabila keadaan ablasi retina semakin memburuk maka berpotensi menyebabkan kebutaan. Ablasi disebabkan oleh cidera mata atau wajah rabun jauh ekstrem (retina tipis sehinggga yang lebih rentan untuk terlepas), ada cairan, nanah dan operasi LASIK.

Mata adalah bagian tubuh manusia yang paling terpenting khususnya dalam penglihatan, mungkin penjelasan diatas bisa menambah pengetahuan anda tentang penyakit yang dapat merusak penglihat seseorang. Dan anda bisa lebih hati-hati dan merawat mata indah anda.

Penyakit mata ini adalah suatu keadaan lepasnya retina sensoris dari epitel pigmen retina (RIDE). keadaan ini merupakan masalah mata yang serius dan dapat terjadi pada usia berapapun, walaupun biasanya terjadi pada orang usia setengah baya atau lebih tua.

Penyakit ini bisa bermula di suatu daerah yang kecil, tetapi jika tidak diobati, seluruh retina bisa terlepas. Pada salah satu bentuk penyakit ini, retina betul-betul mengalami robekan. Bentuk penyakit ini biasanya terjadi pada penderita miopia atau penderita yang telah menjalani operasi katark atau penderita cedera mata.

Penyakit ini seringkali dihubungkan dengan adanya robekan atau lubang pada retina, sehingga cairan di dalam mata merembes melalui robekan atau lubang dan menyebabkan terlepasnya retina dari jaringan dibawahnya. Hal ini tersebut bisa terjadi akibat :

- Trauma.
- Proses penuaan.
- Diabetes berat.
- Penyakit peradangan, tetapi penyakit ini sering kali terjadi secara spontan.

Pada bayi prematur, kondisi ini terjadi akibat retinopati akibat prematuritas.

Gejala bisa kita amati berupa penderita melihat kilatan-kilatan berupa bintik hitam yang mengapung dan cahaya (fotopsia) beberapa hari sampai dengan beberapa minggu sebelumnya, pada sebagian orang yang menderita penyakit ini lepasnya retina mungkin saja hal ini tanpa didahului oleh terlihatnya bintik-bintik atau pun cahaya yang nyata.

Keluhan seperti ada tirai yang menutupi sebagian lapang mata, perkembangan lepasnya retina yang terus berlanjut bisa mengakibatkan penglihatan sentral menjadi kabur dan mengakibatkan bertambahnya gangguan penglihatan penglihatan.

Gejala yang sering dikeluhkan penderita adalah :

1. Floaters Floaters (terlihatnya benda melayang-layang). Yang terjadi karena adanya kekeruhan di vitreus oleh adanya darah, pigmen retina yang lepas atau degenerasi vitreus itu sendiri.

2. Photopsia/Light flashes (kilatan cahaya atau mungkin tepatnya kedipan cahaya, karena bisa saja kedipan itu sangat lembut, bahkan lebih lembut daripada kedipan bintang).

3. Penurunan tajam penglihatan.

4. Ada semacam tirai tipis berbentuk parabola yang naik perlahan-lahan dari mulai bagian bawah bola mata dan akhirnya menutup pandangan.

Bagi penderita diabetes, sebaiknya chek-up gula darah, agar resiko tidak terserang penyakit ini. Sebaiknya rajin memeriksakan kesehatan minimal mata seklai dalam setahun untuk mencegah penyakit mata ini.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh bocornya cairan di belakang retina melalui air mata, oleh traksi pada retina, atau dengan memancarkan cairan dari retina. Sebagian besar penyakit ini terjadi akibat adanya satu atau lebih robekan-robekan atau lubang-lubang di retina.

Retina merupakan jaringan transparan yang begitu tipis, dan peka terhadap cahaya letaknya berada dibagian belakang bola mata. Karena sifatnya yang peka oleh karna itu sebaiknya memeriksakan keadaan retina secara rutin, apalagi pada penderita minus tinggi.

Ablasio retina merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kebutaan, karena terlepasnya retina dari perlekatan dengan lapian bawah, bahkan sebagian atau seluruhnya sehingga berdampak terputunya proses penglihatan.

Resiko kebutaan pada penyakit ini pastinya sangan menakutkan karena penglihatan akan menjadi hilang. Semakin lama retina terlepas, maka semakin kecil kemungkinan penglihatan akan dapat dipulihkan. Untuk dapat terhindar dari penyakit ini, sebaiknya melindungi mata dengan mengenakan kacamata pelindung agar tidak mengalami cedera pada mata.

Tidak semua langkah merekatkan kembali retina yang terlepas ini berhasil. Jika retina yang terlepas tidak dapat direkatkan kembali, maka akan berisiko mengalami penurunan penglihatan yang terjadi secara terus menerus dan lama kelamaan akan menyebabkan kebutaan. Dan retina yang berhasil direkatkan kembali juga belum tentu dapat mengembalikan penglihatan dengan sempurna. Pemulihan indra penglihatan ini akan tergantung dari berapa lama penyakit ini di derita. Pemulihan akan memerlukan waktu 6 bulan.

Pembedahan laser bisa digunakan untuk menutup lubang atau robekan pada retina yang biasanya ditemukan sebelum terjadinya ablasio. Penempelan kembali retina melalui pembedahan terdiri dari pembuatan lekukan pada sklera (bagian putih mata) untuk mengurangi tekanan pada retina sehingga retina kembali menempel.