www.akukanker.com

Mata Hordeolum - Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Hordeolum adalah infeksi yang disebabkan bakteri di dekat akar bulu mata. Infeksi jenis ini sangat banyak dijumpai dan biasanya tidak parah meski menimbulkan rasa sakit.

Hampir setiap orang mengenal timbilen atau bintitan yang dalam bahasa medis disebut Hordeolum, penyakit ini dapat menyerang siapa saja, mulai anak-anak hingga orang tua. Disebutkan bahwa angka kejadian pada usia dewasa lebih banyak dibanding anak-anak, tidak ada perbedaan angka kejadian (insidens rate) antara wanita dengan pria.

iklan

Adakalanya seseorang mudah mengalami timbilen (berulang), ibaratnya, baru sembuh yang satu, kemudian muncul lagi timbil di tempat yang lain.

Hordeolum adalah infeksi atau peradangan pada kelenjar di tepi kelopak mata bagian atas maupun bagian bawah yang disebabkan oleh bakteri, biasanya oleh kuman Stafilokokus (Staphylococcus aureus).

Hordeolum atau bintitan adalh kondisi ketika bintil menyakitkan yang berbentuk seperti jerawat atau bisul tumbuh di tepi kelopak mata. Bintitan muncul hanya pada satu mata saja. Kondisi ini juga umumnya tidak berdampak buruk pada kemampuan penglihatan pengidap.

Bintitan terjadi di kelopak mata bagian luar, tapi kadang juga muncul di bagian dalam kelopak mata. Bintil yang tumbuh di bagian dalam lebih menyakitkan daripada yang tumbuh dibagian luar.

Penyakit ini dapat timbul pada 1 kelenjar kelopak mata atau lebih. Kelenjar kelopak mata tersebut meliputi kelenjar meibom, kelenjar zeis dan moll.

Berdasarkan tempatnya, penyakit ini terbagi menjadi 2 jenis :

- Hordeolum interna, terjadi pada kelenjar Meibom. Pada kondisi ini benjolan mengarah ke konjungtiva (selaput kelopak mata bagian dalam), infeksi terjadi di dalam garis bulu mata.

- Hordeolum eksterna, terjadi pada kelenjar Zeis dan kelenjar Moll. Benjolan nampak dari luar pada kulit kelopak mata bagian luar (palpebra), infeksi terjadi di luar garis bulu mata.

Pada banyak kasus hordeolum, pemeriksa mata sederhana sudah cukup untuk memastikan seseorang terkena penyakit ini. Selain pemeriksaan mata, biasanya tidak diperlukan pemeriksaan lain.

Informasi ini bisa menambah pengetahuan anda tentang mata hordeolum atau lebih dikenal dengan mata bintitan. Ternyata mata bintitan ini bisa berbahaya jika kita hanya membiarkan nya semakin parah. Rawat selalu kesehatan dan kebugaran mata anda.

Bintitan atau timbilan dikenal dalam istilah medis sebagai hordeolum, yang merupakan infeksi ringan pada kelenjar yang terletak di kelopak mata. Ciri infeksi adalah benjolan merah pada kelopak mata (mirip) jerawat yang biasanya menimbulkan rasa sakit.

Gejala-gejala Bintitan

mata hordeolum

Indikasi bintitan termasuk mudah terdeteksi karena tumbuhnya benjolan merah yang mirip bisul pada kelopak mata. Gejala-gejala lain yang menyertai kondisi ini meliputi:

- Mata berair dan Mata merah.
- Kelopak mata yang bengkak dan terasa nyeri.
- Munculnya kotoran mata di sekeliling kelopak mata.
- Penglihatan kabur
- Terkadang terdapat titik kekuning-kekuningan pada area yang membengkak. Ini akan menjadi jalan keluar nanah ketika penyakit ini pecah.

Hampir semua kasus bintitan tidak membutuhkan penanganan medis khusus dan bisa sembuh sendiri, tapi resiko komplikasi tetap ada. Sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jika bintitan yang anda alami tidak menunjukkan tanda-tanda membaik setelah dua hari dan pembengkakan menyebar hingga ke bagian wajah, seperti pada pipi.

Pada beberapa kasus penyakit ini, diberikan antibiotik untuk menghilangkan infeksi. Antibiotik untuk penyakit ini dapat diberikan dalam bentuk topikal (salep atau tetes mata) dan bentuk oral (mulut). Namun pada sebagian kasus, antibiotik saja tidak efektif untuk mengatasi penyakit ini.

Contoh antibiotik topikal dan oral untuk mengatasi hordeolum:

- Antibiotik topikal: Gentamycin, Neomycin, Chloramphenicol, dan Polimyxin B.
- Antibiotik oral: Amoksisilin, Ampisilin, Eritromisin, Doksisiklin.

Penyebab hordeolum

Penyakit ini disebabkan karena penyumbatan pada kelenjar minyak mata yang terletak di sepanjang tepi kelopak mata. Kelanjar ini menghasilkan minyak, dan penyumbatan akan memblokir kelancar drainase kelenjar. Jika terdapat bakteri yang terjebak di dalam kelenjar , maka akan terjadi infeksi, lalu bernanah dan menyebabkan kemerahan dan peradangan.

Penyebab utama bintitan adalah bakteri stafilokokus. Di samping bakteri, peradangan pada kelopak mata atau blefaritis juga dapat memicu terjadinya bintitan. Terutama jika Anda mengidap blefaritis jangka panjang. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau komplikasi akibat penyakit kulit rosaseae.

Tidak ada metode efektif untuk mencegah penyakit ini, namun menerapkan perawatan yang tepat merupakan langkah terbaik untuk mencegah penyakit ini kambuh. Jangan pernah memencet atau melukai penyakit ini sendiri karena dapat menyebabkan kerusakan dan infeksi yang lebih parah dan menyebar jauh hingga terjadi kerusakan mata.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi anda, apabila anda mengalami gejala seperti yang telah di terangkan diatas segeralah untuk pergi ke dokter.

Pengobatan untuk Mata Hordeolum

Bintitan melihat orang mengalami bintitan pasti pikiran anda menganggap orang tersebut suka mengintip tetangga atau orang sedang mandi. Sebab memang mitos ini sangat pamiliar bagi rakyat indonesia. Dalam ilmu medis bintitan dikenal dengan hordeolum , yaitu tonjolan yang disebabkan karena terjadi infeksi pada kelopak mata seseorang. Bintitan disebabkan karena adanya bakteri staphylococcal yang ada pada kelopak mata dan tidak membahayakan.

Mencegah hordeolum (Bintitan).

Langkah terbaik untuk mencegah penyakit ini adalah dengan menjaga area mata dan kelopak mata tetap bersih. Sebagian besar bintitan bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7-20 hari. Bintitan akan sembuh setelah pecah dan mengeluarkan nanah. Tetapi jangan pernah memencet atau memecahkan benjolan bintitan. Tunggu sampai benjolan pecah sendiri.

Atau dengan beberapa cara sebagai berikut untuk mengurangi penyakit ini.
- Jangan menggosok mata. Tindakan ini dapat memicu iritasi dan berpindahnya bakteri ke mata.

- Lindungi mata anda dengan senantiasa mencuci tangan sebelum menyentuh mata atau memakai kacamata pelindung saat membersihkan rumah agar terhindar dari debu.

- Jika anda menggunakan lensa kontak, cuci dan sterilkan sebelum digunakan. Pastikan Anda tidak lupa mencuci tangan sebelum memasangnya.

Terdapat langkah-langkah sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi gejala serta ketidaknyamanan karena bintil tersebut. Beberapa di antaranya adalah:

- Menjaga kebersihan mata, misalnya dengan menghindari pemakaian kosmetik untuk sementara.

- Kompres air hangat. Mengompres kelopak mata dengan air hangat sebanyak 3-6 kali sehari dapat mengurangi rasa nyeri sekaligus mempercepat kesembuhan.

- Jangan memakai lensa kontak. Hindari lensa kontak sampai bintitan sembuh.

- Analgesik. Anda bisa mengonsumsi analgesik atau obat pereda sakit jika dibutuhkan.

Cara Alami untuk Mengatasi Penyakit ini:

- Bawang Putih
Bawang putih dapat menjadi solusi tepat untuk mengatasinya. Umbi lapis ini mengandung beberapa kandungan alami yang terkandung dalam tiap-tiap getahnya. Bagian yang digunakan untuk mengobati mata timbilan adalah umbi lapisnya. Bahan yang digunakan sangat simple, yaitu cukup menyediakan sebutir bawang putih yang sudah dicuci bersih dan dikupas. Kemudian, potong bagian ujungnya agar dapat memoles bagian mata yang timbilan dengan mudah. Poles timbil dengan irisan bawang secara perlahan-lahan dan searah. Pada bagian ini perlu kehati-hatian, karena salah-salah bisa mengenai mata. Lakukan berulang-ulang pada pagi dan sore hari, sampai timbil mengempis.

Demikianlah informasi tentang pengobatan mata hordeolum atau mata bintitan, setidaknya informasi ini bisa menjadi solusi untuk anda yang masih awam tentang cara mengobati mata bintitan. Mudah-mudahan bermanfaat.