www.akukanker.com

Mata Katarak - Penyebab, Gejala dan pengobatannya

Katarak adalah keadaan lensa mata yang menjadi keruh, sehingga cahaya tidak dapat masuk menembusnya, tingkat kekeruhan bervariasi sesuai tingkatnya dari sedikit sampai kebuarman total. Dalam perkembangannya katarak yang terkait dengan usia penderita dapat menyebabkan pengerasan lensa, menyebabkan penderita menderita miopi, berwarna kuning menjadi coklat/putih secara bertahap dan keburaman lensa dapat mengurangi perpepsi akan warna biru. Penyakit ini biasanya berlangsung perlahan-lahan menyebabkan kehilangan penglihatan dan berpotensi membutakan jika katarak terlalu tebal. Kondisi ini biasanya mempengaruhi kedua mata, tapi hampir selalu satu mata dipengaruhi lebih awal dari yang lain.

iklan

Banyak kasus mata katarak berkembang secara lambat dan tidak mengganggu pandangan mata Anda pada awalnya. Tetapi ketika noda putih pada lensa mulai muncul, maka kenyamanan penglihatan Anda akan terganggu. Awalnya cahaya yang terang dan kacamata dapat membantu penglihatan mata Anda.
Tetapi jika lah ini sangat mengganggu keseharian Anda, maka operasi merupakan perosedur yang anda butuhkan. Kabar baiknya prosedur operasi pengangkatan katarak mata aman dan efektif untuk dilakukan.

Penyakit ini juga disebabkan oleh penyakit sistemik misalnya diabetes melitus atau kencing manis, penggunaan obat tertentu khususnya steroid dalam dosis tinggi dan jangka panjang. Mata yang terkena sinar matahari atau Ultra Violet dalam jangka waktu yang cukup lama tanpa adanya pelindung. Pernah melakukan operasi ataupun trauma dan kecelakaan pada mata.

Katarak adalah penyebab utama kebutaan di dunia. penyakit ini juga bisa terjadi pada bayi dan anak-anak, meski kemungkinannya sangat kecil. Penyakit ini umumnya ditemukan pada orang-orang lanjut usia dan dikenal sebagai katarak manula. Di Indonesia, diperkirakan terdapat sekitar 210.000 penderita baru yang muncul setiap tahun. Dan lebih dari 50% kebutaan di Indonesia disebabkan oleh katarak.

Penyebab dan Gejala Mata Katarak

mata katarak

Menurut WHO sekitar 48% kebutaan disebabkan oleh katarak. Penyakit ini lebih dominan terjadi pada usia lanjut. Berbagai penelitian pun dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab dan metode pengobatan yang tepat untuk katarak. Di Indonesia, penyakit ini menjadi soroan berbagai lembaga yang ikut berpartisipasi dalam penanganan penyakit ini.

Penyebab penyakit ini belum diketahui secara pasti. Seiring bertambahnya usia, protein yang membentuk lensa mata akan berubah, termasuk kandungan airnya. inilah yang memungkinkan lensa mata yang tadinya bening, berubah menjadi keruh. hingga saat ini, alasan di balik proses penuaan yang dapat brujung pada perubahan protein di lensa belum diketahui.

Meski demikian, ada beberapa faktor lain yang akan mempertinggi risiko Anda terkena penyakit ini. Di antaranya adalah:

1. Katarak bisa disebabkan oleh paparan radiasi dan sinar UV langsung pada mata dalam waktu yang lama.
2. Faktor usia merupakan penyebab utama penyakit ini. Ini dibuktikan dengan kebanyakan penderita penyakit ini adalah mereka yang berusia lanjut.
3. Faktor genetik dari riwayat keluarga juga mempengaruhi. Namun ini spekulasi dan belum dibuktikan dengan penelitian lanjut.
4. Akibat trauma fisik pada mata seperti pernah adanya kecelakaan pada mata.
5. Penyakit yang mendukung seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.
6. Cacat bawaan dari lahir.
7. Konsumsi obat kortikosteroid berdosis tinggi untuk waktu lama.
8. Pola makan yang tidak sehat dan kekurangan vitamin.
9. Konsumsi minuman keras dalam jumlah banyak secara rutin.
10. Merokok.

Tanda dan Gejala Mata Katarak

Penyakit ini pada umumnya menyerang kedua mata penderita dengan tingkat keparahan yang munkin berbeda-beda dan tidak bersamaan. Penyakit ini dapat berkembang selam bertahun-tahun dan tanpa terasa oleh penderitanya. Penyakit ini tidak menyebabkan rasa sakit atau iritasi. Penderita biasanya akan mengalami penglihatan yang samar-samar dan berkabut. Kemudian akan muncul bintik atau bercak saat penglihatan kurang jelas. Kondisi ini dapat mempengaruhi pandangan Anda dengan cara-cara seperti:

1. Adanya kekeruhan pada lensa mata. Kekeruhan biasa tergantung tingkat derajat penyakit. Mulai dari kekeruhan kecil lama-lama semakin membesar.
2. Pandangan menjadi kabur dan ada bayangan di penglihatan (buram).
3. Membutuhkan cahaya yang banyak untuk melihat. Pada malam hari penglihatan jadi berkurang.
4. ketajaman pengelihatan berkurang, sensitivitas kontras hilang sehingga kontur dan warna bayangan kurang jelas karena cahaya tersebar akibat katarak.
5. Mata yang sensitif ketika terkena cahaya menyilaukan.
6. Semua menjadi terlihat ganda.
Semua terlihat seperti memiliki semburat kuning atau cokelat.
7. Ukuran lensa kacamata yang sering berubah.
8. Di sekeliling cahaya terang (misalnya, lampu mobil atau lampu jalan) seperti ada lingkaran cahaya.
9. Warna yang terlihat memudar atau menjadi tidak jelas.

Konsultasikanlah dengan optisien (ahli lensa kacamata) jika terdapat perubahan mendadak pada penglihatan Anda. Optisien akan memeriksa mata dengan oftalmoskop. Alat ini akan memperjelas tampilan mata dan mengeluarkan cahaya terang sehingga optisien dapat melihat bagian dalam mata, termasuk kondisi lensa mata Anda.

Jika terdapat katarak, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata yang dapat memberikan diagnosis dan merencanakan proses pengobatan Anda.

Pengobatan untuk Mata Katarak

Kacamata dan lampu yang lebih terang mungkin bisa membantu katarak yang ringan. Meski demikian, penyakit ini akan berkembang seiring waktu dan akhirnya penderita akan membutuhkan operasi.

Satu-satunya langkah pengobatan yang terbukti paling efektif adalah operasi. Efek penyembuhan dari operasi akan sangat signifikan, terutama bagi penderita dengan kondisi katarak yang sudah menghambat kegiatan sehari-hari.

Dalam operasi katarak, lensa yang keruh akan diangkat dan digantikan dengan lensa plastik bening. Operasi tersebut biasanya dilakukan dengan pembiusan lokal agar mata Anda menjadi mati rasa.

Usai operasi, dokter umumnya akan menganjurkan penggunaan dua jenis obat tetes mata. Obat tetes yang mengandung antibiotik untuk mencegah infeksi dan yang mengandung steroid guna mengurangi pembengkakan.

Di samping penggunaan obat tetes mata, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda hindari selama masa pemulihan. Hal ini dilakukan guna mencegah infeksi maupun komplikasi. Aktivitas-aktivitas yang harus dijauhi tersebut meliputi menggosok mata, berenang, aktivitas fisik yang berat (seperti menggendong anak atau menggeser perabotan), serta menggunakan kosmetik pada mata (misalnya, eyeliner atau eyeshadow). Anda juga perlu berhati-hati menjaga kebersihan mata saat berada di tempat yang berangin dan berdebu serta saat keramas.

Meski pemulihan dari operasi akan membutuhkan beberapa waktu (dari beberapa hari hingga minggu), hampir semua orang yang menjalaninya akan merasakan peningkatan pada penglihatan mereka. Penderita biasanya bisa kembali melakukan rutinitas secara normal dalam waktu dua minggu setelah operasi.

Pemakaian kacamata juga mungkin akan diperlukan untuk membantu penglihatan jauh atau dekat. Sama halnya jika Anda telah berkacamata, ukuran lensa bisa berubah. Disarankan untuk menunggu pemulihan sampai selesai sebelum membuat kacamata baru.