www.akukanker.com

Mata Silinder - Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

Mata silinder dikenal juga dengan sebutan Astigmatisme ini terjadi karena Lengkung Datar Kornea dan Lengkung Tegak Kornea tidak Simetris. Keadaaan ini bisa dianalogikan dengan lengkungan pada sendok. Pada satu sisi ada yang Landai sedangkan sisi lainnya terjal. Kalo sistem optik atau suatu lensa terlalu Melengkung/Terjal, maka cahaya yang terbias melalui retina menjadi terlalu dekat. Sedangkan lengkung yang landai membuat fokusnya jadi terlalu jauh. Akhirnya, imej atau citraan yang jatuh jadi terpecah dua.

iklan

Gangguan Penyakit mata ini disebut pula dengan Astigmatisma. Idealnya, mata kita berbentuk bulat seperti bola sepak, sehingga semua sinar yang dibiaskan dari suatu object yang masuk ke dalam mata kita akan bertemu di satu titik retina. Kasus Astigmatisme banyak dijumpai pada orang Asia.

Kelainan ini gak hanya meliputi masalah bagaimana fokus bayangan dibentuk, karena fokus benda yang dilihat terpecah menjadi dua bayangan. Kelainan ini disebut sebagai "Mata Silinder".

Tapi terminologi mata silinder ternyata tidak tepat, karena sebenarnya bukan matanya yang silinder tapi lensa mata yang fungsinya mengoreksi keadaan Astigmatisme itulah yang bersifat silinder. Jadi,intinya yang ada hanyalah "Lensa Silinder" bukan Mata Silinder. Namun karena penyebutan orang-orang mata silinder itu maksud umum tapi maknanya khusus.

Penyebab dan Gejala Mata Silinder

mata silinder

Penderita gejala mata ini akan mengalami kesulitan saat melihat jauh maupun dekat sehingga menjadi sering memicingkan mata. Gangguan yang lebih parah dapat mengakibatkan penglihatan menjadi ganda, bergelombang, sakit kepala, mata tegang, dan lelah. Penyebab kondisi ini adalah penurunan daya akomodasi lensa mata terhadap cahaya. Dalam kondisi normal, cahaya yang masuk difokuskan oleh lensa tepat ke retina, namun pada penderita mata silinder fokus tersebut pecah. Ini disebabkan oleh permukaan kornea yang tidak rata.

Ada dua jenis silinder, yaitu regular dan irregular. Yang berjenis regular memiliki gangguan kornea yang beraturan, misalnya satu sisi cekung atau dua sisi sama cekung. Sedangkan yang berjenis irregular adalah gangguan kornea yang dimiliki tidak beraturan, misalnya sisi kanan bawah cekung tetapi sisi kanan atas cembung. Pada gangguan penyakit ini yang ringan, gangguan penglihatan mungkin tidak terjadi secara signifikan.

Gejala penyakit mata ini dapat diketahui apabila memiliki ciri-ciri seperti berikut:

- Penglihatan berbayang atau buram
- Mata cepat lelah dan tegang
- Sakit kepala saat fokus melihat benda-benda
- Mudah silau terhadap cahaya
- Sering memiringkan kepala untuk melihat objek.
- Tulisan yang lurus terlihat seperti terpecah atau berdempetan

Penyebab gejala mata ini biasanya didapat karena bawaan sejak lahir. Namun, terdapat pula faktor-faktor lain yang bisa menyebabkan kondisi mata silinder, yaitu:

1. Infeksi yang menyebabkan timbulnya jaringan parut pada kornea mata
2. Operasi mata yang melibatkan perubahan kornea
3. Terjadinya perubahan, pembengkakan atau penipisan kornea
4. Kondisi perubahan kelopak mata yang membuat kornea menjadi terganggu
5. Faktor keturunan (genetik)
6. Pola makan yang tidak sehat
7. Pola hidup tidak sehat
8. Kurang istirahat

Pada dasarnya, kondisi ini tidak akan bertambah jika menggunakan kacamata atau lensa kontak dengan ukuran tepat. Justru silinder akan bertambah jika menggunakan yang salah. Untuk itu sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter saat akan memilih lensa yang akan dipakai. Itulah informasi tentang penyebab dan gejala mata ini, semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat untuk anda.

Pengobatan untuk Mata Silinder

Cara-cara berikut bisa dipakai dalam rangka memperbaiki penglihatan yang terganggu akibat mata silinder.

- Memakai kacamata
Dengan menggunakan lensa yang didesain khusus, kacamata adalah cara paling mudah untuk mengoreksi penglihatan kabur atau berbayang akibat kondisi ini.

- Menggunakan lensa kontak
Prinsip lensa kontak sebenarnya sama dengan kacamata. Pemilihan yang tepat antara kacamata atau lensa kontak sangat tergantung pada selera penderita. Agar tidak salah pilih, pastikan berkonsultasi dengan dokter mata.

- Operasi LASIK
Melalui prosedur ini, bentuk kornea diubah dengan laser. Awalnya lapisan permukaan kornea dibuka (flap) menggunakan alat khusus yang disebut keratom. Selanjutnya laser digunakan untuk mengubah bentuk lapisan kornea di bawah lapisan yang dibuka tadi. Flap kemudian ditutup kembali.

- Operasi LASEK
Prosedur ini hampir sama dengan LASIK, namun flap dibuat lebih tipis, hanya setebal lapisan epitel.

- Photorefractive keratectomy (PRK)
Melalui prosedur PRK ini, lapisan epitel dihilangkan tanpa membuat flap. Setelah operasi LASIK dan LASEK ditemukan, maka prosedur ini jarang digunakan.

Tata Cara Mengurangi Silinder Pada Mata:

Mata adalah jendela dunia, maka dari itu, menjaga kesehatan mata dan fungsinya agar tetap berjalan baik menjadi keharusan.

Nah, berikut ini ada beberapa cara mengurangi kondisi ini pada mata secara alami antara lain:

1. Konsumsi makanan yang memberikan nutrisi pada mata, terutama suplemen mata.
2. Lepas kacamata jika tidak diperlukan
3. Sering-sering mengganti objek pandangan anda
4. Sering-sering menatap objek yang jauh, terutama yang berwarna hijau.
5. Latih mata dengan melihat benda-benda yang bergerak
6. Biasakan untuk menyisihkan waktu 15 menit setiap jamnya untuk mengistirahatkan mata.
7. Lakukan terapi daun sirih
8. Lakukan terapi lilin
9. Istirahatkan mata anda dengan menggunakan teknik eye palming.

Jika Anda terkena mata silinder dan ingin memperbaikinya, konsultasikan dengan dokter untuk menentukan prosedur mana yang sesuai dengan kondisi Anda dan ingin ditempuh.