www.akukanker.com

Neuritis Optik - Jenis, Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Neuritis optik adalah peradangan pada saraf mata, di mana saraf kehilangan lapisan pelindungnya yang disebut myelin. Tanpa adanya myelin, sinyal visual tidak dapat terkirim dengan baik ke otak sehingga terjadi gangguan pada penglihatan, seperti pandangan mata kabur atau buram. Neuritis optik ini dapat menyerang siapa saja baik orang dewasa maupun anak-anak. Namun kelainan ini paling sering ditemukan pada wanita usia antara 20 hingga 40 tahun.

Neuritis optik merupakan suatu kondisi dimana adanya masalah pada saraf optik yang berperan penting dalam membawa impuls penglihatan ke otak. Masalah tersebut terjadi seperti adanya peradangan serta adanya kerusakan pada sarung myelin yang membungkus saraf tersebut. Biasanya, kondisi ini seringkali terjadi pada salah satu mata saja dengan persentase sebanyak 70% sehingga muncul gangguan penglihatan yang cukup progresif dan cepat walaupun sifatnya terbilang sementara.

iklan

Penyebab neuritis optik secara pasti tidak diketahui. Ini diyakini berkembang ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menargetkan substansi meliputi saraf optik Anda (myelin), yang mengakibatkan peradangan dan kerusakan myelin. Biasanya, myelin membantu impuls listrik perjalanan cepat dari mata ke otak, di mana mereka diubah menjadi informasi visual. neuritis optik mengganggu proses ini, yang mempengaruhi penglihatan.

Namun, peradangan dan kerusakan saraf optik diduga disebabkan oleh kelainan autoimun, yaitu adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh dimana sistem imun menyerang tubuh sendiri. Pada kelainan ini yang diserang oleh sistem imun tubuh adalah selaput myelin. Beberapa penyakit autoimun yang terkait dengan neuritis optik adalah multiple sclerosis dan nueromyelitis optica. Persentase risiko neuritis optik kambuh kembali pada penderita multiple sclerosis adalah sekitar 50 persen.

Selain disebabkan karena penyakit autoimun, ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan neuritis optik ini, diantaranya seperti :

-Obat-obatan, misalnya beberapa jenis obat seperti antibiotik dan pil kina
-Infeksi bakteri seperti sifilis dan penyakit lyme, atau karena infeksi virus seperti campak, herpes, dan gondongan
-Penyakit lainnya, seperti seperti sarkoidosis, lupus, penyakit vaskuler, diabetes, glaukoma dan defisiensi vitamin B12 (sangat jarang terjadi)

Beberapa faktor diatas bisa saja menjadi salah satu penyebab neuritis optik. Selain itu juga faktor usia, seks, ras, atau juga mutasi genetik bisa menjadi penyebab neuritis optik. Setelah beberapa penyebab diatas, kita juga sangat perlu mengetahui gejala yang dapat terjadi jika terkena neuritis optik. Umumnya, penyakit neuritis optik mempengaruhi satu mata, namun tidak menutup kemungkinan penyakit ini juga dapat mempengaruhi kedua mata. Untuk itu ada beberapa gejala neuritis optik seperti :

-Mata mengalami buta warna
-Penglihatan menjadi kabur
-Penurunan kecerahan penglihatan mata
-Sakit mata, terutama ketika mata bengkak
-Kehilangan kontras visual atau penglihatan menjadi kurang jelas
-Hilangnya penglihatan, lebih sering hanya pada satu mata, namun bisa juga terjadi pada kedua mata

Jika gejala tersebut dialami oleh anda sebaiknya anda segera memeriksakan mata anda ke dokter spesialis mata agar mendapatkan penanganan yang lebih baik. Walau memang neuritis ini bisa sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, tidak ada salahnya kita mempercepat penyembuhan agar mata bisa kembali normal.

Pengobatan Neuritis Optik

neuritis optik

Dalam beberapa kasus seseorang yang mengalami neuritis optik biasanya akan diberikan obat-obatan steroid yang bekerja untuk mengobati neuritis optik dan berperan dalam mengurangi masalah peradangan saraf optik. Namun, sebelum mendapatkan obat tersebut, penderita neuritis akan diberikan pemeriksaan terlebih dahulu. Jika penderita menggunakan pengobatan steroid pada beberapa orang menimbulkan efek samping, seperti kenaikan berat badan, mood yang berubah, gangguan lambung dan bahkan insomnia.

Pengobatan lain untuk neuritis optik adalah dengan imunnoglobulin intravena (IVIG), yang biasanya diberikan pada kasus neuritis optik yang sudah parah dan tidak bisa lagi diatasi oleh obat steroid. Untuk masalah terapi atau pengobatan yang dijalankan, memang semua tergantung dari penyebab penyakit tersebut. Pada kasus neuritis optik karena kekurangan vitamin B12, penanganannya adalah dengan pemberian suntikan vitamin B12.

Pada sebagian besar kasus neuritis optik, penglihatan pada mata penderita kembali normal dalam waktu kurang lebih 12 bulan. Kekambuhan bisa saja terjadi, pada pasien tanpa kelainan autoimun. Namun kemungkinannya lebih kecil dibandingkan dengan pasien dengan multiple sclerosis atau neuromyelitis optica. Maka untuk itu kita harus tetap berhati-hati dalam melakukan pengobatan dan ada baik menjaga kesehatan mata dan juga kekabalan tubuh dengan baik dan alami. Sebab neuritis ini dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya seperti penurunan ketajaman penglihatan dan kebutaan.